Blog Anashir

Senin, 04 November 2019

10 Bahasa dengan Penutur Terbanyak di Dunia


Bahasa merupakan suatu cara manusia untuk berkomunikasi. Di dunia ini terdapat banyak sekali bahasa. Menurut data Ethnologue, terdapat 7.111 bahasa di seluruh dunia. Meskipun banyak, tetapi sekitar 2.895 bahasa terancam punah karena hanya dituturkan oleh kurang dari 1.000 penutur. Sedangkan 3.643 bahasa merupakan bahasa daerah yang jumlah penuturnya masih stabil, tetapi tidak dipakai secara resmi oleh suatu negara. Untuk kategori ini pada suatu saat bisa masuk dalam kategori bahasa yang terancam punah. Hanya 573 bahasa yang aman karena dipakai secara resmi oleh suatu negara, media massa, sekolah, dan sebagainya. Dilansir dari Ethnologue, berikut ini adalah bahasa yang paling banyak diucapkan di dunia tahun 2019.

1

BAHASA INGGRIS


Bahasa Inggris (eng) merupakan bahasa yang masuk dalam rumpun bahasa Indo-Eropa, sub-rumpun bahasa Jermanik. Bahasa yang berasal dari Britania Raya ini dituturkan oleh 1,13 miliar orang di dunia. Secara resmi dituturkan di puluhan negara di dunia, termasuk Inggris, Amerika Serikat, Australia, dan sebagainya. Bahasa Inggris juga diajarkan di berbagai sekolah di seluruh dunia. Sehingga bisa kita katakan bahwa bahasa Inggris adalah bahasa dunia. Siapa pun yang ingin mengetahui dunia, maka harus bisa berbahasa Inggris. Bahasa ini bisa menyebar di seluruh dunia karena praktek kolonialisme (penjajahan).

2

BAHASA MANDARIN


Bahasa Mandarin (cmn) merupakan bahasa yang masuk dalam rumpun bahasa Sino-Tibet. Bahasa yang berasal dari Tiongkok sebelah utara ini dituturkan oleh 1,2 miliar orang di dunia. Secara resmi dituturkan di beberapa negara, yaitu Tiongkok, Taiwan, dan Singapura. Banyaknya penduduk Tiongkok yang mencapai lebih dari 1,4 miliar menjadikan bahasa ini nomor dua bahasa terbanyak di dunia.

3

BAHASA INDIA


Bahasa India (hin) merupakan bahasa yang masuk dalam rumpun bahasa Indo-Eropa, sub-rumpun bahasa Indo-Iranian. Bahasa yang berasal dari India sebelah utara ini dituturkan oleh 615 juta orang di dunia. Secara resmi dituturkan di India, namun bahasa ini tidak resmi dituturkan oleh semua daerahnya. India termasuk negara yang tidak mempunyai bahasa nasional. Setiap negara bagian mempunyai bahasa resminya sendiri-sendiri. Meskipun begitu, bahasa India masih masuk dalam 3 bahasa dengan penutur bahasa terbanyak di dunia. Hal itu dikarenakan banyaknya penduduk India yang mencapai lebih dari 1,3 miliar jiwa.

4

BAHASA SPANYOL


Bahasa Spanyol (spa) merupakan bahasa yang masuk dalam rumpun bahasa Indo-Eropa, sub-rumpun bahasa Italik. Bahasa ini disebut juga dengan bahasa Kastilia. Bahasa yang berasal dari Spanyol ini dituturkan oleh 534 juta orang di dunia. Secara resmi dituturkan di Spanyol dan beberapa negara di benua Amerika. Bahasa ini merupakan bahasa global dan merupakan bahasa dengan penutur terbanyak ke-4 di dunia. Bahasa ini bisa tersebar di seluruh dunia karena praktek penjajahan pada zaman dahulu.

5

BAHASA PRANCIS


Bahasa Prancis (fra) merupakan bahasa yang masuk dalam rumpun bahasa Indo-Eropa, sub-rumpun bahasa Italik. Bahasa ini dituturkan oleh 280 juta orang di dunia. Bahasa yang berasal dari Prancis ini dituturkan secara resmi oleh negara Prancis, Belgia, dan beberapa negara di seluruh dunia. Sama seperti bahasa Inggris dan bahasa Spanyol, bahasa ini juga bisa tersebar luas di seluruh dunia karena praktek penjajahan masa lalu. Saat ini jumlah penuturnya merupakan yang terbanyak ke-5 di dunia.

6

BAHASA ARAB


Bahasa Arab (arb) merupakan bahasa yang masuk dalam rumpun bahasa Afro-Asiatik, sub-rumpun bahasa Semitik. Bahasa Arab standar dituturkan oleh 274 juta orang di seluruh dunia. Bahasa yang berasal dari jazirah Arab ini dituturkan secara resmi oleh negara-negara di jazirah Arab dan sekitarnya sampai ke benua Afrika bagian utara. Bahasa Arab dapat menyebar karena persebaran agama Islam di seluruh dunia. Di Indonesia, meskipun bahasa Arab bukanlah bahasa resmi, tetapi bahasa ini dipelajari di madrasah-madrasah dan pondok pesantren.

7

BAHASA BENGALI


Bahasa Bengali (ben) merupakan bahasa yang masuk dalam rumpun bahasa Indo-Eropa, sub-rumpun Indo-Iranian. Bahasa yang berasal dari Bangladesh ini dituturkan oleh 265 juta orang di dunia. Bahasa ini secara resmi dituturkan di Bangladesh dan beberapa negara bagian India.

8

BAHASA RUSIA


Bahasa Rusia (rus) merupakan bahasa yang masuk dalam rumpun bahasa Indo-Eropa, sub-rumpun bahasa Balto-Slavik. Bahasa yang berasal dari bekas negara Uni Soviet ini dituturkan oleh 258 juta orang di dunia. Bahasa ini secara resmi dituturkan di wilayah Rusia, Belarusia, Kazakhstan, Kirgistan, dan negara-negara bekas reruntuhan Uni Soviet yang lainnya.

9

BAHASA PORTUGIS


Bahasa Portugis (por) merupakan bahasa yang masuk dalam rumpun bahasa Indo-Eropa, sub-rumpun bahasa Italik. Bahasa yang berasal dari Portugal ini dituturkan oleh 234 juta orang di seluruh dunia. Bahasa ini secara resmi dituturkan di negara Portugal, beberapa negara di benua Amerika dan Afrika, bahkan sampai ke Timor Leste. Bahasa Portugis dapat menyebar di seluruh dunia akibat penjajahan di masa lalu.

10

BAHASA INDONESIA


Bahasa Indonesia (ind) merupakan bahasa yang masuk dalam rumpun bahasa Austronesia, sub-rumpun Malayo-Polinesia. Bahasa ini merupakan salah satu macam dari berbagai macam bahasa Melayu. Bahasa yang berasal dari Indonesia ini dituturkan oleh 199 juta orang di dunia. Secara resmi, bahasa ini dituturkan di wilayah negara Indonesia sebagai bahasa kesatuan. Meskipun Indonesia adalah negara bekas jajahan Belanda, tapi tidak banyak yang bisa berbicara bahasa Belanda. Tidak seperti negara lain yang mengikuti bahasa penjajahnya.

Negara Indonesia memiliki banyak sekali bahasa daerah. Beberapa di antaranya masuk dalam 50 besar bahasa di dunia, yaitu bahasa Jawa dan bahasa Sunda. Bahasa Jawa berada di urutan ke-24 dengan 68 juta penutur dan bahasa Sunda berada di urutan ke-47 dengan 32 juta penutur. Untuk melihat daftar bahasa daerah di Indonesia, silakan lihat daftar bahasa daerah dengan penutur terbanyak untuk lebih lengkapnya. Meskipun data tidak bisa saya perbarui, karena sekarang data di Ethnologue terkunci dan berbayar. Akan tetapi masih bisa dipakai untuk melihat bahasa daerah yang paling banyak diucapkan.

Demikianlah artikel tentang 10 bahasa dengan penutur terbanyak di dunia. Semoga bermanfaat.

Kamis, 31 Oktober 2019

KaTeX: Plugin WordPress untuk Menulis Rumus Matematika


Hai, sudah setahun lebih ya tidak menulis di blog ini. 😅 Nah, kali ini saya akan mereview sebuah plugin yang digunakan untuk menulis rumus matematika di blog (website). Blog/website yang dimaksud di sini harus memakai platform WordPress. Plugin tersebut bernama KaTeX yang dikembangkan oleh Thomas Churchman. Oh iya, sebelumnya saya sudah pernah membagikan artikel tentang "cara menulis rumus (equation) di blog" yang bisa digunakan untuk patform blog apa pun.

Pengertian LaTeX

Saya pertama kali membaca kata LaTeX saat saya masih kuliah. Saat itu saya baca di buku mata kuliah Kalkulus yang diajarkan pada tahun pertama. Waktu itu pernah berpikir apa itu LaTeX, tapi akhirnya tidak tertarik dengan LaTeX sama sekali. Sampai saya membuat blog tahun 2012, baru saya berpikir bagaimana cara menulis rumus di blog. Akhirnya saya browsing ke sana ke mari dan kemudian menemukan caranya, yaitu dengan LaTeX. Tapi, masih belum berminat mempelajarinya. Baru pada 2018 saat saya menulis tutorial menulis rumus itulah saya berminat mempelajarinya. Nah, apa itu LaTeX?

LaTeX adalah sistem penyusunan huruf dalam menyiapkan dokumen. Hampir mirip seperti Ms. Word, atau LibreOffice, atau aplikasi pengolah dokumen lainnya. Tetapi, yang membedakan adalah, LaTeX bukan sistem yang berupa WYSIWYG (what you see is what you get, apa yang Anda lihat adalah yang Anda dapatkan). Tetapi berupa teks mentahan, jadi kita tidak terlalu memikirkan tampilan teks tersebut. Lihat contoh berikut ini:

Cara menulis rumus matematika
Anashir
Oktober 2019

Hai semua!

Di dalam LaTeX, kita tidak perlu menentukan jenis font, huruf, tebal, miring, garis bawah, dan sebagainya. Kita hanya perlu menuliskan begini:

\documentclass{article}
\title{Cara menulis rumus matematika}
\author{Anashir}
\date{Oktober 2019}
\begin{document}
   \maketitle
   Hai semua!
\end{document}

Nah, memang sedikit susah dalam menulisnya, karena kita tidak langsung melihat hasilnya. Tapi, percayalah! Jika kita mau belajar, maka sedikit demi sedikit akan bisa. Saya pun masih belajar saat ini.

Plugin LaTeX di WordPress

Pada artikel sebelumnya, saya membagikan tutorial menulis rumus dengan cara mengupload gambar ke blog. Ternyata setelah saya praktekkan hal tersebut di Anashir Learning, sungguh sangat merepotkan. Apalagi untuk menulis rumus yang banyak. Kebetulan, saya memakai platform WordPress untuk website tersebut. Di WordPress, ada banyak sekali plugin yang bisa membantu menyesuaikan tampilan sesuai dengan yang kita mau.

Akhirnya saya mencari plugin LaTeX di WordPress. Ada banyak sekali plugin LaTeX yang membuat saya bingung. Di antaranya MathJax-LaTeX yang aktif digunakan oleh 7000 lebih pengguna, Simple MathJax yang digunakan oleh lebih dari 5000 pengguna, dan WP Quick LaTeX yang digunakan lebih dari 1000 pengguna. Saya pun mencobanya satu-persatu. Saat itu saya melihat jumlah pengguna yang aktif. Semakin banyak pengguna yang aktif, semakin bagus pluginnya, pikir saya waktu itu. Ternyata semua plugin tersebut sangat sulit dipakai. Apalagi bagi pemula dalam hal LaTeX seperti saya.

Akhirnya saya memutuskan untuk mecoba juga plugin yang jarang digunakan. Pilihan saya waktu itu langsung ke plugin KaTeX. Pada saat itu baru sekitar 500 pengguna yang aktif memakai plugin ini. Ternyata saya langsung cocok dengan plugin ini. Apalagi plugin ini sudah mendukung block editor (editor baru di WordPress, yang disebut juga sebagai editor Gutenberg).

KaTeX, Plugin WordPress yang Mudah Digunakan

Plugin KaTeX

KaTeX yang dibuat oleh Thomas Churchman, merupakan plugin LaTeX yang saya pilih untuk menampilkan rumus di website Anashir Learning. KaTeX mempunyai tampilan yang sangat sederhana. Dengan adanya dukungan CDN jsDeliver membuat pemuatan javascript KaTeX menjadi lebih cepat. Sehingga tidak memberatkan situs. Selain itu, yang membuat plugin tersebut sangat bagus menurut saya adalah dukungannya terhadap block editor. Satu hal yang membuat saya suka adalah adanya tampilan hasil fungsi yang dimasukkan di block editornya. Sehingga kita bisa melihat hasil yang akan ditampilkan di blog kita. Seperti pada gambar berikut:

Tampilan KaTeX di Block Editor
Gambar di atas merupakan tampilan plugin KaTeX du Block Editor WordPress. Bagian atas adalah fungsi-fungsi TeX dan bagian bawah adalah hasilnya yang akan terlihat di situs web.

Meski banyak kelebihannya, tetapi ada pula kekurangannya. Tidak semua fungsi LaTeX didukung pada plugin ini. Fungsi-fungsi yang didukung bisa dilihat di dokumentasi KaTeX.

Sekian review saya terhadap plugin KaTeX. Semoga bermanfaat. Terima kasih.

Rabu, 30 Mei 2018

Cara Menulis Rumus (Equation) di Blog

Rumus (equation) matematika sangat penting ditampilkan pada sebuah blog yang berisi artikel-artikel matematika atau fisika. Namun, dalam menulis di blog, terutama blogspot, sangat susah sekali. Hal itu karena Blogspot tidak menyediakan fasilitas tersebut secara default.

Nah, berikut ini akan saya jelaskan bagaimana cara menulis rumus matematika di sebuah blog dengan platform Blogspot. Sebenarnya bukan hanya Blogspot, WordPress pun bisa menggunakan cara ini. Namun, karena saya menggunakan Blogspot untuk membuat artikel ini, jadi saya khususkan untuk Blogspot saja.

Di sini saya akan menjelaskan dua cara mudah menulis rumus matematika di Blogspot. Cara pertama menggunakan sebuah website yang menyediakan penulisan rumus dengan kode LaTeX, yaitu website CodeCogs. Sedangkan yang kedua adalah menggunakan Ms. Office Word.

Menulis Rumus Menggunakan CodeCogs

CodeCogs adalah layanan penyuntingan rumus menggunakan LaTeX atau MATHML, Tetapi yang MATHML masih dalam pengembangan, jadi kita di sini menggunakan LaTeX. Berikut langkah-langkahnya:

1. Masuk ke website CodeCogs di https://www.codecogs.com/ berikut tampilannya:

2. Pilih Equation Editor maka akan tampil seperti ini, kemudian pilih Standalone Editor.

3. Nah, berikut ini tampilan editornya.

4. Kemudian silakan tulis rumus di kotak yang disediakan. Kalau tidak paham LaTeX, pakai saja tombol-tombol  yang ada di atasnya. Misalnya saja saya di sini akan menulis integral dari x3 dx. Maka yang perlu dituliskan adalah kode ini:  \int_{0}^{1}{x}^{3}dx.

5. Silakan salin kode HTML yang muncul di bagian bawah, kemudian tempel ke Editor Blog bagian HTML. Bisa juga dengan cara diunduh gambar rumusnya dan kemudian diunggah ke blog.

6. Maka akan muncul seperti berikut ini:
 
7. Selesai

Itulah cara menulis rumus di blog menggunakan CodeCogs. Mudah bukan? Kalian juga bisa memilih format gambarnya, apakah png atau gif atau lainnya, juga jenis font-nya serta warna background-nya. Silakan dicoba berulang-ulang agar lancar dalam menulis rumus menggunakan kode-kode LaTex.

Menulis Rumus Menggunakan Microsoft Office Word

Nah, kalau di atas saya jelaskan cara menulis rumus matematika menggunakan CodeCogs, maka cara kedua adalah menulisnya menggunakan Ms. Office Word.

Saya termasuk orang yang malas membuka website lain untuk sekadar menulis rumus. Maka dari itu, biasanya saya menggunakan Ms. Word saja. Sudah tahu 'kan kalau di Ms. Word ada fitur equation? Nah, kita menggunakan fitur tersebut untuk menulisnya. Hanya saja di sini diperlukan kemampuan dalam menulis rumus di Ms. Word. Kalau kalian sudah mahir dalam menulis rumus di Ms. Word, pasti tidak kesulitan dalam mengikuti tutorial kali ini. Bagi yang belum bisa, silakan mencoba menulis rumus berulang-ulang di lembar kerja Ms. Word.

Oke, berikut ini langkah-langkah untuk menulis rumus menggunakan Ms. Office Word:

1. Buka Ms. Word dan pilih menu Insert -> Equation
2. Tulis rumus di kotak rumusnya, misalnya saya menulis rumus di atas seperti berikut ini:

3. Simpan dalam format .htm atau .html, klik menu File -> Save As -> Browse. Kemudian pilih tipe file, yaitu Web Page (*htm, *html) seperti berikut ini:

4. Buka lokasi tempat kalian menyimpan file di atas, maka akan ditemukan sebuah folder sesuai dengan nama file-nya. Kira-kira seperti ini:
5. Buka folder tersebut, maka kalian akan menemukan dua buah file dengan format .png seperti ini:
6. File yang terbentuk ada dua, yang satu transparan yang lainnya tidak transparan. Pilih salah satu file kemudian unggah ke blog kalian dengan ukuran asli (original size), Hasilnya seperti berikut ini:
7. Selesai.

Cara menulis rumus di blog menggunakan Ms. Word adalah seperti itu. Silakan banyak berlatih agar semakin mahir dalam menulis rumus.

Itulah dua cara menulis rumus di Blogspot. Silakan pilih yang paling mudah dari dua cara di atas. Sebenarnya ada cara lain yang lebih bagus lagi tampilan rumusnya, yaitu dengan javascript dari MathJax. Cara ini menampilkan rumus secara dinamis dan bukan dalam bentuk gambar. Namun, cara ini akan sangat sulit bagi pemula karena harus tahu kode-kode LaTeX. Mungkin kapan-kapan akan saya berikan tutorial tentang MathJax tersebut.

Terima kasih dan semoga bermanfaat.

Senin, 28 Mei 2018

Apa Perbedaan Antara Emoticon dan Emoji?

Banyak dari kita yang tidak tahu perbedaan antara emoticon dan emoji. Kita menganggap kedua hal ini sama saja. Padahal, emoticon dan emoji bukanlah suatu hal yang sama. Berikut ini penjelasannya.

Pengertian Emoticon

Emoticon dalam bahasa Indonesia baku disebut emosikon adalah suatu teks yang terdiri dari beberapa karakter huruf atau simbol yang merepresentasikan emosi pada wajah. Emoticon merupakan akronim dari "emotion icon" atau "ikon emosi".  Emoticon biasanya digunakan pada media yang hanya mendukung teks saja, misalnya SMS.

Emoticon terbagi menjadi dua jenis, yaitu emoticon gaya barat dan emoticon gaya timur. Emoticon gaya barat adalah bentuk emoticon yang biasa digunakan di negara-negara barat. Untuk membaca emoticon gaya barat biasanya dengan memiringkan kepala. Contohnya: ":-)" , ":)" , ":(" , dan ":D"

Sedangkan emoticon gaya timur, terutama digunakan di Jepang dan sekitarnya, cara membacanya tanpa perlu memiringkan kepala. Emoticon gaya timur ini disebut juga dengan kaomoji. Contohnya: "*_*" , "^_^" , "(^O^)" , dan "(°ω°)"

Sejarah penciptaan emoticon sangat panjang dan dimulai dari beberapa puluh tahun yang lalu. Beberapa orang diklaim sebagai penciptanya. Namun, orang yang paling dipercaya sebagai pencipta emoticon adalah Scott Fahlman yang menciptakan emoticon pada tanggal 19 September 1982. Dia mengusulkan penggunaan ":-)" dan ":-(" untuk membedakan tulisan yang serius dan lelucon pada papan pengumuman di Universitas Carnegie Mellon.

Pengertian Emoji

Emoji adalah suatu gambar yang mencakup berbagai macam bentuk, tidak hanya berupa wajah. Emoji berasal dari bahasa Jepang e dan moji. Secara harfiah, e berarti gambar dan moji berarti huruf.

Emoji diciptakan pertama kali oleh Shigetaka Kurita pada tahun 1998/1999. Dia merupakan bagian dari tim pengembangan i-mode, platform internet seluler milik operator seluler Jepang NTT DoCoMo. Sekitar 172 emoji berukuran 12 x 12 piksel diciptakan sebagai fitur pada platform terasebut.

Meskipun awalnya hanya ada di Jepang, tetapi beberapa karakter emoji sudah dimasukkan dalam Unicode. Sehingga bisa dibaca dari berbagai platform di luar Jepang. Saat ini, emoji memiliki bentuk yang sangat beragam dan biasanya dipakai di aplikasi pesan instan seperti WhatsApp.

Bentuk emoji bisa berubah tergantung platform yang digunakan untuk membacanya. Kadang-kadang di satu platform tampil sedangkan pada platform lainnua tidak tampil. Hal itu terjadi karena setiap platform mempunyai bentuk emojinya sendiri. Contoh emoji antara lain 😀😁😈💣💗👹👸👮🙆 dan lain sebagainya.

Itulah perbedaan antara emoticon dan emoji. Intinya, emoticon adalah teks yang menggambarkan ekspresi wajah, sedangkan emoji adalah gambar yang menggambarkan berbagai macam bentuk tidak hanya terbatas pada wajah. Semoga bermanfaat.

Kamis, 24 Mei 2018

Inilah Tujuh Ponsel Android Terpopuler 2018

Perkembangan zaman saat ini sangat cepat. Hampir setiap orang sekarang sudah memegang smartphone. Bahkan, menurut data terbaru, jumlah pemilik ponsel di Indonesia sudah hampir mendekati jumlah penduduk Indonesia. Jumlah ponsel diperkirakan sejumlah 236 juta unit dari jumlah penduduk Indonesia yang berjumlah lebih dari 260 juta jiwa. Walaupun jumlahnya lebih sedikit dari jumlah penduduk, tetapi berdasarkan registrasi kartu prabayar, ada sekitar 317 juta kartu yang diregistrasikan. Hal ini berarti, banyak ponsel yang mendukung dual SIM.

Di antara sekian ratus juta unit itu, merk yang paling banyak dipakai hanya beberapa saja. Khusus untuk smartphone android, setidaknya ada tiga merk yang masuk dalam daftar tujuh ponsel android terpopuler di Indonesia versi Blog Anashir. Daftar berikut ini berdasarkan data kunjungan dari semua situs web dengan domain anashir.com di Google Analytics. Daftar ini bukan daftar ponsel yang paling banyak dibeli, tetapi daftar ponsel yang paling banyak dipakai untuk mengakses situs web anashir.com. Ketiga merk itu adalah Xiaomi, Samsung, dan OPPO. Berikut ini daftar dan spesifikasinya:

1. OPPO A37F

OPPO A37F yang dirilis pada tahun 2016 ini memiliki layar 5,0 inci. Ponsel ini dibekali sistem operasi Android versi 5.1 (Lollipop) dengan prosesor Snapdragon 410 Quad-Core 1,2 GHz. Memori internal dari ponsel ini berkapasitas 16 GB dengan RAM 2 GB. Smartphone yang memiliki dua slot nano SIM ini memiliki baterai yang berjenis Li-Ion 2630 mAh non-removable. Sementara dari sisi kamera, ponsel ini dibekali dengan kamera utama 8 MP dan kamera depan 5 MP. Saat ini, harga baru terendah dari ponsel ini berdasarkan data dari berbagai toko online adalah Rp.1.799.000.

2. Samsung SM-G532G Galaxy J2 Prime

Samsung Galaxy J2 Prime yang dirilis tahun 2016 ini dibekali sistem operasi Android 6.0 atau dikenal dengan Marshmallow. Ponsel yang mendukung dual micro SIM ini juga dibekali dengan prosesor Mediatek MT6737T Quad-Core 1,4 GHz. Ponsel dengan bentang layar 5 inci ini memiliki memori internal sebesar 8 GB dengan RAM 1,5 GB. Kamera dari ponsel ini sama dengan ponsel OPPO di atas, yaitu kamera utama 8 MP dan kamera depan 5 MP. Ponsel ini memiliki kapasitas baterai 2600 mAh. Harga terendah dari ponsel ini dari berbagai e-commerce yang ada di Indonesia adalah Rp.1.310.000.

3. Xiaomi Redmi 4A

Xiaomi Redmi 4A memiliki bentang layar 5 inci dan dirilis pada tahun 2017 yang lalu. Ponsel yang menjalankan sistem operasi Android 6.0.1 (Marshmallow) ini memiliki dua versi memori internal, yaitu 16 GB dan 32 GB. Smartphone ini dibekali RAM 2 GB dengan prosesor Sanpdragon 425 Quad-Core 1,4 GHz. Ponsel dual SIM ini mendukung semua jaringan, baik itu 2G, 3G, atau 4G dan juga tersemat baterai Li-Ion 3120 mAh non-removable. Kamera utama ponsel ini adalah 13 MP dan didukung kamera depan sebesar 5 MP. Berdasarkan toko online, harga terendahnya adalah Rp.1.170.000.

4. Xiaomi Redmi 4X

Ponsel Xiaomi Redmi 4X yang dirilis tahun 2017 ini menjalankan sistem operasi Android yang sama dengan ponsel Xiaomi di nomor sebelumnya, yaitu Android versi 6.0.1 atau Marshmallow. ponsel dengan layar 5 inci ini mendukung dual SIM, micro SIM dan nano SIM. Ponsel ini dibekali dengan prosesor Snapdragon 435 Octa-Core 1,4 GHz dengan tiga varian RAM, yaitu 2 GB, 3 GB, dan 4 GB. Memori penyimpanan internalnya juga terdapat tiga varian, yaitu 16 GB, 32 GB, dan 64 GB. Disematkan pula baterai Li-Po 4100 mAh non-removable pada ponsel ini. Sedangkan, kamera ponsel ini adalah 13 MP (kamera utama) dan 5 MP (kamera depan). Harga dari Xiaomi Redmi 4X saat ini yang paling rendah adalah Rp.1.400.000.

5. Xiaomi Redmi Note 4

Xiaomi Redmi Note 4 yang dirilis pada tahun 2017 ini memiliki bentang layar 5,5 inci dengan baterai yang ditanamkan berjenis Li-Po 4100 mAh non-removable. Ponsel dual SIM (micro dan nano) ini mendukung Android 6.0 (Marshmallow) dan dibekali dengan prosesor Mediatek MT6797 Helio X20 Deca-Core 2,10 GHz. Tersedia tiga jenis memori internal pada ponsel ini, yaitu 16 GB, 32GB, dan 64 GB. Selain itu, juga tersedia tiga varian RAM, yaitu 2 GB, 3 GB, dan 4 GB. Redmi Note 4 ini dibekali kamera utama 13 MP dan kamera depan 5 MP. Berdasarkan beberapa situs e-commerce, harga terendah dari ponsel ini adalah Rp.1.820.000.

6. Samsung SM-J111F Galaxy J1 Ace

Samsung Galaxy J1 Ace adalah ponsel yang bisa dibilang sudah lama beredar, karena sudah dirilis dari tahun 2015. Ponsel yang mendukung dual micro SIM ini memiliki bentang layar 4,3 inci. Galaxy J1 Ace masih menjalankan sistem operasi Android 4.4.4 (Kitkat). Memori yang diberikan dalam smartphone ini sebesar 4 GB dengan RAM sebesar 0,75 GB. Ponsel ini dibekali dengan prosesor Quad-Core 1,2 GHz. Kamera yang disematkan dalam ponsel ini, yaitu 5 MP untuk kamera utama dan 2 MP untuk kamera depan. Saat ini harga terendah dari ponsel ini berdasarkan beberapa toko online adalah Rp.1.049.000.

7. OPPO A1601 F1s

OPPO F1s adalah ponsel yang dirilis pada akhir tahun 2016. Ponsel ini menjalankan Android versi 5.1 (Lollipop) dan dibekali dengan prosesor Mediatek MT6750 Octa-Core 1,5 GHz. Ponsel yang memiliki bentang layar 5,5 inci ini memiliki dua varian memori internal, yaitu 32 GB dan 64 GB serta memiliki dua varian RAM juga, yaitu 3GB dan 4 GB. Baterai yang disematkan pada smartphone ini berkapasitas 3075 mAh jenis Li-Po non-removable. Ponsel yang mendukung dual nano SIM ini juga memiliki kamera utama 13 MP dan kamera depan 16 MP. Ponsel ini dibanderol dengan harga termurah Rp.2.599.000 dari berbagai situs e-commerce di Indonesia.

Itulah tujuh ponsel Android terpopuler di Indonesia pada tahun 2018 ini menurut Blog Anashir. Sekali lagi saya tegaskan di sini bahwa daftar di atas bukanlah daftar ponsel yang paling banyak dibeli, tetapi daftar ponsel yang paling banyak dipakai untuk mengakses situs web anashir.com. Semoga bermanfaat.

Minggu, 20 Mei 2018

Inilah Urutan 10 Domain .ID Terpopuler Tahun 2018

Dot ID (.ID) adalah domain ccTLD (domain top-level kode negara) untuk negara Indonesia. Domain ini dikelola oleh Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI). Untuk mendaftarkan domain ini diperlukan identitas Indonesia, baik itu KTP, SIM, atau paspor.


Pertumbuhan domain ini semakin meningkat, terutama setelah dirilisnya pendaftaran untuk top-level domain (TLD) yaitu .id pada tanggal 20 Januari 2014. Perlu diketahui, sebelumnya domain .ID hanya tersedia dalam bentuk SLD (second-level domain), misalnya .co.id, .ac.id, .web.id, dan sebagainya. Meskipun harganya terbilang mahal, TLD dari .id ternyata juga laris diburu. Saat awal peluncurannya, domain ini berharga Rp.500.000 per tahun dan belum dipotong PPN 10%. Namun, sejak awal tahun 2017 domain ini diberi diskon 50% menjadi Rp.250.000 per tahun. Namun hal ini masih terbilang mahal dibandingkan dengan domain SLD, yang harganya rata-rata kurang dari seratus ribu rupiah.

Sampai bulan April 2018, total domain yang terdaftar adalah 247.384 domain. Nah, berikut ini adalah urutan domain .ID baik itu TLD atau SLD.

  • .co.id (97.563 domain)

    Domain .co.id diperuntukkan untuk badan usaha atau organisasi bisnis yang berbadan hukum. Syarat pendaftaran domain ini adalah identitas diri KTP/Paspor dan harus memiliki surat-surat seperti SIUP/TDP/AKTA atau lainnya. Contohnya: pln.co.id.

  • .id (80.455 domain)

    Domain .id dirilis pada tahun 2014. Syarat pendaftaran domain ini sangat mudah, yaitu hanya menunjukkan identitas diri. Contohnya: ppwalisongo.id. 

  • .sch.id (19.225 domain)

    Domain .sch.id diperuntukkan untuk lembaga pendidikan dasar dan menengah seperti SD, SMP, dan SMA, termasuk pendidikan non-formal. Syarat pendaftaran domain ini adalah identitas diri dan surat keterangan kepala sekolah. Sedangkan untuk non-formal harus menyertakan SK pendirian lembaga dari kementerian atau SKPD terkait. Contohnya: latansa.sch.id

  • .web.id (18.960 domain)

    Domain .web.id tidak dikhususkan untuk organisasi atau perorangan. Syarat pendaftarannya cukup dengan menyertakan identitas diri seperti KTP/Paspor. Contohnya: padamu.web.id

  • .or.id (8.886 domain)

    Domain .or.id diperuntukkan bagi organisasi atau komunitas atau perkumpulan atau himpunan dan sejenisnya. Contohnya: remotivi.or.id

  • .desa.id (5.980 domain)

    Domain desa.id diperuntukkan bagi desa/kelurahan. Persyaratannya diatur dalam Peraturan Menteri yang membidangi Komunikasi dan Informatika. Domain ini hanya bisa didaftarkan melalui domain.go.id yang berada di bawah naungan Kementerian Komunikasi dan Informatika. Contohnya: banjaran.desa.id

  • .my.id (5.164 domain)

    Sama seperti .web.id, domain .my.id juga tidak dikhususkan untuk organisasi/perorangan. Syarat pendaftarannya juga sama, yaitu cukup dengan menyertakan identitas diri seperti KTP/Paspor. contohnya: tunnel.my.id

  • .ac.id (4.472 domain)

    Domain .ac.id diperuntukkan bagi lembaga pendidikan tinggi dan juga lembaga lain yang memiliki izin penyelenggaraan pendidikan tinggi. Syarat pendaftarannya harus menyertakan identitas diri, SK pendirian, dan surat keterangan rektor atau pimpinan lembaga. Contohnya: its.ac.id

  • .go.id (3.916 domain)

    Domain .go.id diperuntukkan bagi institusi pemerintahan dan sejenisnya. Sama seperti domain desa.id, syarat pendaftaran domain ini juga diatur dalam Peraturan Menteri yang membidangi Komunikasi dan Informatika. Domain ini hanya bisa didaftarkan melalui domain.go.id yang berada di bawah naungan Kementerian Komunikasi dan Informatika. Contohnya: dpr.go.id

  • .biz.id (1.784 domain)

    Domain .biz.id diperuntukkan bagi perorangan/organisasi bisnis tingkat Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Syarat pendaftarannya hanya menggunakan identitas diri seperti KTP/Paspor. Contohnya: network.biz.id
Pada urutan kesebelas adalah .net.id dengan 425 domain karena memang domain ini dikhususkan untuk badan usaha/organisasi yang bergerak di bidang telekomunikasi.

Urutan kedua belas adalah .mil.id dengan 337 domain. Domain ini dikhususkan untuk instansi militer yang jumlahnya tidak banyak.

Sedangkan di urutan ketiga belas ada ponpes.id dengan 217 domain. Domain ini adalah domain yang paling sedikit jumlah peminatnya. Sebenarnya domain ini dikhususkan untuk pondok pesantren. Mungkin karena kurang disosialisasikan sehingga kurang peminat. Menurut saya pribadi domain ini terlalu panjang sehingga kurang menarik (kalau boleh usul diganti saja menjadi pp.id, hehehe....).

Itulah urutan domain .ID terpopuler tahun 2018. Semoga bermanfaat.

Sumber: Wikipedia dan PANDI

Sabtu, 19 Mei 2018

Cara Mengaktifkan HTTPS untuk Custom Domain Blogger (Blogspot)

HTTPS adalah singkatan dari Hypertext Transfer Protocol Secure, yang merupakan protokol komunikasi internet yang aman bagi penggunanya. Intinya, protokol ini menjaga kerahasiaan antara pengguna dengan situs yang sedang diaksesnya.

Untuk mengaktifkan HTTPS pada sebuah domain, Anda bisa membeli sertifikat SSL di berbagai penyedia layanan SSL. Anda bisa juga membeli di tempat Anda menyewa web hosting. Beberapa penyedia layanan SSL memasang tarif yang sangat tinggi, namun ada pula yang menggratiskannya, contohnya Let's Encrypt. Penyedia layanan CDN seperti CloudFlare juga menggratiskan sertifikat SSL. Namun, memasang sertifikat SSL itu juga sangat sulit. Saya tidak pernah berhasil memasangnya di web hosting yang saya pakai. Namun, saat ini hampir di semua web hosting sudah tersedia SSL gratis Let's Encrypt.


Saat ini, di Blogspot sudah bisa mengaktifkan HTTPS untuk domain kustom hanya dengan beberapa langkah mudah.

       Baca pula: Cara Setting Custom Domain Blogger (Blogspot)

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah masuk ke dasbor Blogger Anda. Jika Anda belum mengaktifkan HTTPS, maka di dasbor Anda akan ada notifikasi seperti berikut ini:



Klik tautan yang diberikan, maka Anda akan diarahkan menuju halaman Setelan -> Dasar.


Cari bagian HTTPS dan klik Ya. Kemudian tunggu beberapa saat sampai HTTPS diaktifkan. Setelah itu, maka tombol (yaitu tombol pengalihan HTTPS) di bawahnya akan aktif. Silakan pilih Ya.


Setelah langkah di atas selesai dilakukan, masih ada beberapa langkah lagi yang harus dilakukan. Langkah itu adalah mengganti semua tautan http:// yang ada di blog Anda dengan tautan https:// agar HTTPS bisa berfungsi dengan baik.

Untuk itu, Anda harus masuk ke menu Tema yang ada di dasbor blogger. Kemudian klik Edit HTML seperti pada gambar berikut ini.


Setelah itu, cari semua kata yang mengandung http:// dengan menekan tombol CTRL + F di keyboard Anda dan ganti dengan https://


Setelah semua diganti, masih ada satu langkah lagi. Ganti semua tautan http:// dengan https:// yang ada di postingan Anda satu per satu (resiko Anda jika punya banyak postingan, hehehe...). Caranya, yaitu buka postingan dan pilih HTML seprti pada gambar.


Kemudian dengan cara yang sama, ganti semua tautan yang mengandung http:// dengan https://. Namun, Anda perlu hati-hati, karena tidak semua tautan situs web memiliki sertifikat SSL. Jadi, untuk situs web yang belum HTTPS saya menggunakan pemendek url yang sudah HTTPS, seperti bit.ly.

Nah, kalau semua sudah selesai, silakan akses blog Anda maka akan tampil tanda gembok hijau di browser Anda seperti berikut ini.



Setelah selesai, masukkan lagi situs Anda di Search Console (Webmasters Tools) agar diindeks oleh Google kembali. Ingat, website yang pakai HTTPS sepenuhnya berbeda dengan HTTP.

Sekian tutorial kali ini. Semoga bermanfaat. Terima kasih.