Pengalaman Penutupan Rekening Bank Milik Anggota Keluarga yang Sudah Meninggal

Jumat, 04 Agustus 2017

Pada awal bulan Juli lalu, saya mengurus penutupan rekening bank milik ibu saya yang sudah meninggal dunia. Ternyata pengurusannya agak ribet, terutama rekening bank BRI (untuk bank yang lain saya tidak tahu). Inilah beberapa cara mengurus rekening milik anggota keluarga yang sudah meninggal dunia.

Ibu saya meninggal bulan Desember 2016. Setelah itu, saya biasa mengambil uang milik ibu saya itu melalui ATM. Karena, ATM itu sudah dititipkan ke saya sebelum beliau meninggal dunia, jadi saya tahu nomor PIN-nya. Tidak disangka, pada hari Selasa pagi tanggal 4 Juli 2017, ketika saya mencoba menarik uang di ATM, ternyata kartu ATM sudah kadaluwarsa. Saya sama sekali tidak melihat tanggal kadaluwarsa di kartunya. Ternyata kartu itu sudah kadaluwarsa bulan Juni 2017.

Pada hari itu juga, saya langsung menuju ke bank BRI terdekat dan dijelaskan oleh customer service bahwa untuk mengambil uang harus menggunakan Surat Keterangan Hak Ahli Waris yang ditandatangani oleh Lurah dan Camat. Selain itu, juga harus ada fotokopi KTP semua ahli waris yang masih hidup, Kartu Keluarga, dan Surat Kematian. Jika tidak semua ahli waris yang mengurus ke bank, maka harus ada Surat Kuasa.

Saya dan keluarga (saya, adik, dan ayah) pergi ke balai desa untuk mengurus Surat Keterangan Hak Waris, namun saat itu Lurah tidak ada di tempat. Akhirnya hanya dibuatkan surat saja oleh Sekretaris Desa. Baru pada hari Rabu pagi, ayah saya menemui Lurah. Saat itu saya sedang bekerja dan siang hari baru pulang. Jadi untuk mengurus ke Kecamatan baru bisa pada sore hari sekitar jam setengah dua. Sesampainya di Kecamatan, ternyata hanya ada dua petugas saja, sedangkan Camat tidak ada di tempat. Akhirnya kami pulang ke rumah.

Besoknya, hari Kamis, kami ke Kecamatan pada pagi hari (takutnya kalau sore sudah tutup seperti kemarin). Ternyata, Camat sedang tidak ada di ruangannya karena undangan (mungkin pernikahan???) ke sebuah desa. Akhirnya kami menunggu selama tiga jam dan baru memperoleh tanda tangan Camat pada pukul 13.00 siang. Kemudian kami langsung pergi ke bank.

Sesampainya di bank, kami bertiga disuruh tanda tangan dan ternyata persyaratannya masih kurang. Ternyata untuk nominal lebih dari 10 juta harus ada pengesahan dari Notaris (kenapa kemarin tidak diberi tahu sih oleh customernya???). Karena sudah sore, kami tidak bisa pergi ke kantor Notaris, karena hanya ada di Kota.

Pada hari Jumat, kami pergi ke kantor Notaris. Ketika kami ke kantor Notaris yang pertama, ternyata sang Notaris sedang tidak ada. Kemudian kami ke kantor yang Notaris yang lain. Di situ, kami diterima dan diminta seluruh persyaratan yang akan digunakan untuk menutup rekening. Beberapa saat kemudian, kami diminta untuk memfotokopi Surat Keterangan Ahli Waris yang sudah disahkan serta berkas persyaratan lainnya. Setelah itu, kami diminta untuk membayar 200 ribu rupiah (entah kenapa kok segitu mahalnya, padahal uangnya masih di bank dan tidak bisa diambil, sedangkan saya hanya bekerja sebagai guru non-PNS dan non-Sertifikasi dan belum gajian, untungnya masih ada uang di amplop milik ibu saya). Setelah itu, kami pergi ke bank dan akhirnya terbayarkan semua usaha panjang ini.

Itulah pengalaman saya menutup rekening milik ibu saya yang sudah meninggal dunia. Ya Allah, ampunilah beliau dan berilah keluasan di kuburnya. Aamiin.

Jadi, dari cerita saya di atas dapat disimpulkan bahwa syarat-syarat yang diperlukan untuk menutup rekening dan mencairkan uang di bank BRI milik anggota keluarga yang sudah meninggal adalah seperti berikut ini:
  1. Surat Kematian / Akta Kematian
  2. Surat Keterangan Ahli Waris disahkan di Kelurahan, Kecamatan, dan Notaris (untuk yang nominalnya lebih dari 10 juta rupiah)
  3. Fotokopi KTP semua Ahli Waris
  4. Fotokopi Kartu Keluarga
  5. Surat Kuasa (jika tidak semua Ahli Waris mengambil ke bank)


 

Tulisan Terbaru