Hukum dan Keutamaan Berpuasa Ramadhan

Rabu, 03 Juli 2013

Beberapa hari lagi kita akan memasuki bulan suci Ramadhan. Maka kita sebagai umat Islam yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya sudah semestinya mempersiapkan kedatangan bulan yang mulia ini. Di bulan Ramadhan orang-orang yang beriman diwajibkan berpuasa, sebagaimana firman Allah swt:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ


Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. (Q.S. al-Baqarah: 183)

Puasa Ramadhan juga termasuk dalam Rukun Islam, sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:

بُنِيَ الإِسلَامُ عَلَى خَمسٍ: شَهَادَةِ أَن لَا إلَهَ إِلَّا اللهُ وَ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللهِ وَ إِقَامِ الصَّلَاةِ وَ إِيتَاءِ الزَّكَاةِ وَ حِجِّ البَيتِ وَ صَومِ رَمَضَانَ


Agama Islam itu didirikan di atas lima dasar: 1. Bersaksi bahwa tiada Tuhan kecuali Allah dan Nabi Muhammad itu utusan Allah; 2. Mendirikan shalat; 3. Membayar Zakat; 4. Berhaji di Baitullah; 5. Berpuasa pada bulan Ramadhan.” (H.R. Bukhari – Muslim)

Ayat al-Qur’an dan Hadits Nabi tersebut sudah menjelaskan secara gamblang bagaimana hukum berpuasa. Maka, kita sebagai umat Islam harus menjalankan puasa Ramadhan dengan sebenar-benarnya dan sebaik-baiknya, agar amal ibadah kita diterima Allah. Tata cara pelaksanaan ibadah puasa memang sangat banyak. Salah satunya dan yang paling pokok dan penting, yaitu cara berniat agar diiringi dengan niat yang seikhlas-ikhlasnya, yaitu niat yang hanya mengharapan ridha dari Allah subhanahu wata’ala, dan tidak dicampuri dengan niat-niat lainnya seperti riya’ atau pamer dan sejenisnya. Dalam hal berniat tersebut, Rasulullah saw. bersabda;

مَن صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَ احتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِن ذَنبِهِ


Barang siapa berpuasa pada bulan Ramadhan dengan iman dan mengharapkan ridha Allah, maka diampunilah dosanya yang telah lalu. (H.R. Bukhari – Muslim)

Tidak sedikit hadits Nabi yang menerangkan fadhilah atau keutamaan bulan Ramadhan. Beberapa hadits tersebut akan saya sampaikan di sini agar semakin mantap dan lengkap dalam kita mempersiapkan diri memasuki bulan Ramadhan. Rasulullah saw. bersabda;

إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِحَت أَبوَابُ الجَنَّةِ وَ غُلِقَت أَبوَابُ النَّارِ وَ صُفِّدَت الشَّيَاطِينُ


“Ketika bulan Ramadhan tiba, seluruh pintu surga dibuka, dan seluruh pintu neraka ditutup, serta semua setan dibelenggu.” (H.R. Bukhari – Muslim)

إِنَّ فِي الجَنَّةِ بَابًا يُقَالُ لَهُ الرَّيَّانُ يَدخُلُ مِنهُ الصَّائِمُونَ يَومَ القِيَامَةِ لَا يَدخُلُ مِنهُ أَحَدٌ غَيرُهُم يُقَالُ أَينَ الصَّائِمُونَ فَيَقُومُونَ لَا يَدخُلُ مِنهُ أَحَدٌ غَيرُهُم. فَإِذَا دَخَلُوا أُغلِقَ فَلَم يَدخُل مِنهُ أَحَدٌ


Sesungguhnya di dalam surga ada sebuah pintu yang disebut “Royyan”, yaitu pintu masuknya orang-orang yang berpuasa, besok pada hari kiamat. Tidak ada yang bisa memasuki pintu itu kecuali orang-orang yang berpuasa. Dikatakan (kepada umat manusia): “Di mana orang-orang yang mengerjakan puasa?” Maka berdirilah orang-orang yang berpuasa (kemudian masuk melaluinya), tidak ada yang bisa memasukinya kecuali orang-orang yang mengerjakan puasa (ketika hidup di dunia). Maka jika orang-orang tersebut sudah memasukinya, pintu (Royyan)  itu ditutup, sehingga tidak ada seorang pun yang dapat memasukinya.” (H.R. Bukhari – Muslim)

قَالَ اللَّهُ كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلاَّ الصِّيَامَ، فَإِنَّهُ لِي، وَأَنَا أَجْزِي بِهِ‏.‏ وَالصِّيَامُ جُنَّةٌ، وَإِذَا كَانَ يَوْمُ صَوْمِ أَحَدِكُمْ، فَلاَ يَرْفُثْ وَلاَ يَصْخَبْ، فَإِنْ سَابَّهُ أَحَدٌ، أَوْ قَاتَلَهُ فَلْيَقُلْ إِنِّي صَائِمٌ‏…. ‏إلى آخر الحديث


Allah berfirman (menandakan bahwa hadits ini hadits Qudsi), “Semua amal anak Adam itu miliknya sendiri kecuali puasa. Sesungguhnya puasa itu milik-Ku, dan Aku sendiri yang memberi pahala kepada orang yang mengerjakan puasa. Puasa itu benteng yang membentengi orang yang berpuasa dari perbuatan dosa. Maka jika seseorang berpuasa, janganlah ia menggauli istrinya dan jangan pula berkata kasar. Jika ada seseorang yang berkata kasar atau bertengkar dengannya, maka lebih baik orang itu berkata: “Sesungguhnya aku sedang berpuasa. (H.R. Bukhari – Muslim)

Itulah beberapa hadits yang berkaitan dengan keutamaan berpuasa di bulan Ramadhan. Masih banyak hadits yang menjelaskan keutamaan berpuasa yang tidak dapat disebutkan satu-persatu di sini.

Sebagai muslim kita sudah semestinya meningkatkan kesadaran kita dalam menjalankan ibadah-ibadah yang disyariatkan oleh agama Islam. Allah swt. berfirman:

ثُمَّ جَعَلْنَاكَ عَلَى شَرِيعَةٍ مِنَ الْأَمْرِ فَاتَّبِعْهَا وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَ الَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ


Kemudian Kami jadikan kamu berada di atas suatu syariat (peraturan) dari urusan (agama itu), maka ikutilah syariat itu dan janganlah kamu ikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui.” (Q.S. al-Jaatsiyah: 18)

 

Tulisan Terbaru