Populasi Dunia akan Mencapai 11 Miliar pada Tahun 2100

Sabtu, 15 Juni 2013

Populasi dunia telah mencapai 7 miliar pada tahun 2011 lalu berdasarkan data yang dirilis oleh PBB. Hal itu merupakan peningkatan jumlah penduduk yang luar biasa, dibandingkan 5 juta jiwa pada tahun 8000 SM atau 1 miliar jiwa pada tahun 1805.

Menurut sebuah analisa statistik terbaru, populasi dunia akan mencapai 11 miliar pada tahun 2100 mendatang. Analisa terbaru ini lebih besar 800 juta jiwa dibandingkan analisa pada tahun 2011 lalu. Sebagian besar dari peningkatan jumlah penduduk itu terjadi karena tingkat kelahiran di Afrika masih terbilang sangat tinggi dan masih belum dapat diturunkan.

“Penurunan tingkat kelahiran di Afrika telah melambat atau bahkan terhenti sampai batas yang lebih besar daripada yang diprediksi sebelumnya, dan sebagai hasilnya penduduk Afrika akan naik”, ujar Adrian Raftery, seorang ahli statistik di Universitas Washington dalam sebuah pernyataan.

Saat ini jumlah penduduk di Afrika adalah 1,1 miliar jiwa dan diprediksi akan naik empat kali lipat pada 2100 menjadi 4,2 miliar jiwa. Sementara itu, Eropa mungkin akan mengalami sedikit penurunan populasi, karena memiliki tingkat kelahiran di bawah pengganti, yang berarti jumlah orang yang meninggal lebih banyak daripada yang dilahirkan.

Sebuah analisa terbaru yang menggunakan metode tercanggih memperkirakan bahwa populasi dunia akan mencapai antara 9 miliar sampai 13 miliar jiwa pada tahun 2100. Sementara itu, perbedaan mencolok terlihat dari perkiraan PBB yang mengasumsikan tingkat kelahiran rata-rata dapat bervariasi hingga 0,5 anak per wanita yang menghasilkan sebuah jarak yang besar untuk jumlah penduduk dunia yaitu antara 7 miliar sampai 17 miliar jiwa pada akhir abad ini.

Raftery berkata bahwa temuan terbaru ini mengharuskan para ahli memperbesar upaya mereka untuk membatasi pertumbuhan penduduk di Afrika.

“Penemuan terbaru ini menunjukkan bahwa perlu adanya pembaruan dalam kebijakan, seperti meningkatkan akses ke keluarga berencana dan memperluas pendidikan bagi anak perempuan, untuk mengatasi pertumbuhan penduduk yang cepat di Afrika”, kata Raftery dalam sebuah pernyataan.

Penambahan jumlah penduduk yang pesat diperkirakan akan menyebabkan populasi megakota membengkak (megakota merupakan istilah untuk wilayah metropolitan yang memiliki penduduk lebih dari 10 juta jiwa). Tentu hal itu dapat memperburuk masalah lingkungan dan kepadatan penduduk.

Sumber: LiveScience



 

Tulisan Terbaru