Pondok Pesantren Wali Songo Ngabar Ponorogo

Rabu, 04 April 2012


Logo PPWS
Tulisan ini merupakan edisi khusus untuk menyambut Kesyukuran 51 tahun Pondok Pesantren Wali Songo yang jatuh pada 4 April 2012.

Pondok Pesantren Wali Songo yang terletak di desa Ngabar kabupaten Ponorogo, pada kilometer tujuh arah selatan pusat kabupaten Ponorogo. Pondok ini didirikan pada tanggal 4 April 1961 dan kemudian diwakafkan pada tanggal 6 Juli 1980. Pondok ini didirikan oleh KH. Mohammad Thoyyib dan dibantu oleh ketiga putranya yaitu KH. Ahmad Thoyyib, KH. Ibrohim Thoyyib dan KH. Ishaq Thoyyib. Sampai sekarang dan seterusnya Pondok Pesantren Wali Songo adalah pondok pesantren yang tidak berafiliasi kepada partai politik atau golongan manapun.


Ikrar Wakaf


Setelah Pondok ini berjalan 19 tahun dan menjadi besar, maka pendiri mewakafkan Pondok ini kepada umat Islam untuk kepentingan Pendidikan Islam. Dengan ikrar wakaf ini diharapkan kelangsungan hidup dan perkembangan Pondok ini di masa yang akan datang menjadi lebih terjamin.

Pada hari Ahad; 22 Sya’ban 1400 H, bertepatan dengan 6 Juli 1980, KH. Ahmad Thoyyib dan KH. Ibrohim Thoyyib mengikrarkan bahwa Pondok Pesantren Wali Songo dengan segala kekayaan yang dimilikinya sebagai “Wakaf Untuk Pendidikan Islam”. Untuk itu ditunjuk 15 (lima belas) orang dari Keluarga Besar Pondok Pesantren Wali Songo Ngabar untuk bertindak sebagai Nadzir atas wakaf tersebut, dengan amanat supaya Pondok Pesantren Wali Songo:

    1. Menjadi lembaga pendidikan yang tunduk kepada hukum Islam, berkhidmat kepada masyarakat menuju kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat.
    2. Menyelanggarakan lembaga pendidikan Taman Kanak-Kanak, Ibtidaiyah, Mu’allimin dan Mu’allimat dan apabila sudah memungkinkan Pendidikan Tinggi.
    3. Menjadi Lembaga Pendidikan Islam yang berjiwa pondok pesantren dengan mengutamakan arah pendidikannya kepada: Taqwa kepada Allah, beramal soleh, berbudi luhur, berbadan sehat, berpengetahuan luas, berfikiran bebas dan berwiraswasta.
    4. Menjadi tempat beramal untuk meninggikan Kalimat Allah.
    5. Tidak berafiliasi kepada partai politik atau golongan manapun.

Diamanatkan pula agar Nadzir dalam waktu sesingkat-singkatnya mendirikan Yayasan yang berbadan hukum bernama Majlisu Riyasatil Ma’had sebagai lembaga tertinggi dalam struktur organisasi Pondok Pesantren Wali Songo Ngabar dan sebagai pelaksana amanat wakif yang tercantum dalam Piagam Ikrar Wakaf. Dengan berdirinya lembaga berbadan hukum ini struktur organisasi di Pondok Pesantren Wali Songo Ngabar diperjelas. Fungsi dan wewenang masing-masing lembaga dibuat sepilah dan sejelas mungkin sehingga tidak terjadi tumpang tindih antara fungsi dan wewenang lembaga-lembaga yang ada.

Termasuk juga telah dibuat aturan yang jelas tentang mekanisme pergantian kepemimpinan di Pondok Pesantren Wali Songo, yang dengan demikian kelangsungan hidup Pondok Pesantren Wali Songo Ngabar dapat lebih dijamin dan dipertanggungjawabkan.

Lambang Pondok Pesantren Wali Songo


Lambang Pondok Pesantren Wali Songo terdiri dari Ka’bah dan menara, selain itu juga terdapat lingkaran yang mengelilinginya dan memiliki warna dasar kuning. Berikut ini adalah arti dari lambang Pondok Pesantren Wali Songo:
    1. Lingkaran: Bertekad bulat membina santri agar berjiwa tauhid, pecinta ilmu, dan pengabdi masyarakat.
    2. Ka’bah: Kiblat gerak usaha.
    3. Empat tingkat penyangga menara: Empat jenjang pendidikan yang ada di Pondok Pesantren Wali Songo.
    4. Menara berjendela sembilan: Melambangkan sembilan santri pertama.
    5. Bintang: Tinggi harapan.
    6. Empat jendela di atas garis Ka’bah: Tanggal dan bulan berdirinya Pondok Pesantren Wali Songo (4 April).
    7. Batang menara, sembilan jendela, enam buah titik, dan bintang: Tahun berdirinya Pondok Pesantren Wali Songo (1961).
    8. Warna kuning: Kesejahteraan dan ketenteraman.

Lembaga-Lembaga di Pondok Pesantren Wali Songo


Lembaga pendidikan pertama di PPWS adalah Madrasah Diniyyah Bustanul Ulum Al-Islamiyah (BUI) pada tahun 1946. Awalnya, madrasah ini masuk sore lalu berubah pagi. Nama pun diganti menjadi Madrasah Ibtidaiyah Mambaul Huda Al-Islamiyah pada tahun 1958. Untuk menampung lulusan sekolah ini, pada tahun 1958 dibuka madrasah tingkat lanjutan yang bernama Tsanawiyah lil Mu‘allimin. Kemudian berganti menjadiManahiju Tarbiyatil Mu‘allimin/Mu‘allimat Al-Islamiyah pada tahun 1972. Pada tahun 1980 berubah lagi menjadi Tarbiyatul Mu‘allimin al-Islamiyah dan Tarbiyatul Mu‘allimat al-Islamiyah. Lalu pada tahun 1988, berdirilah perguruan tinggi dengan nama Institut Agama Islam Riyadlotul Mujahidin.

Berikut ini adalah jenjang pendidikan yang ada di Pondok Ngabar:

    1. Jenjang pra-sekolah: Tarbiyatul Athfaal al-Manar (tidak berasrama).
    2. Madrasah Ibtidaiyah Mamba’ul Huda (berasrama/tidak berasrama; setingkat SD; 6 tahun).
    3. Tarbiyatul Mu’allimin al-Islamiyah (khusus putra; 6 tahun bagi tamatan SD dan 3 atau 4 tahun bagi tamatan M.Ts./SLTP; berasrama; pendidikan formal setingkat MTs/SLTP dan MA/SMU).
    4. Tarbiyatul Mu’allimat al-Islamiyah (khusus putri; 6 tahun bagi tamatan SD dan 3 atau 4 tahun bagi tamatan M.Ts./SLTP; berasrama; pendidikan formal setingkat MTs/SLTP dan MA/SMU).
    5. Institut Agama Islam Riyadlotul Mujahidin (jenjang S-1; Fak. Dakwah, Syari’ah, Tarbiyah; berasrama).

Lembaga-lembaga selain lembaga pendidikan yang terdapat di PPWS:

    1. Majlisu Riyasatil Ma’had; Yayasan sebagai lembaga tertinggi di Pondok Pesantren Wali Songo Ngabar dan pelaksana amanat wakif yang tercantum dalam Piagam Ikrar Wakaf tanggal 22 Sya’ban 1400 H/6 Juli 1980 M.
    2. Yayasan Pemeliharaan dan Pengembangan Wakaf Pondok Pesantren Wali Songo Ngabar (YPPW PPWS). Bertugas: a). Memelihara, menyempurnakan dan mengembangkan segala usaha Pondok Pesantren Wali Songo Ngabar, dalam bidang materiil, untuk tercapainya tujuan Pondok Pesantren Wali Songo Ngabar, terlakksana menjadi suatu lembaga pendidikanIslam yang bermutu tinggi dan bermanfa’at bagi masyarakat Indonesia umumnya dan tetap berjiwa pondok. b). Melanjutkan dan menyempurnakan segala usaha yang telah dirintis oleh pendiri dan pimpinan Pondok Pesantren Wali Songo Ngabar di bidang materiil, baik benda tetap maupun benda bergerak, sehingga memenuhi hajat Pondok Pesantren Wali Songo Ngabar, sesuai dengan perkembangannya.
    3. Majlis Pembimbing Santri (MPS) Putra. Bertugas dalam bidang pengasuhan dan pembinaan santri putra dalam kegiatan luar sekolah.
    4. Majlis Pembimbing Santri (MPS) Putri. Bertugas dalam bidang pengasuhan dan pembinaan santri putri dalam kegiatan luar sekolah.
    5. Keluarga Besar Alumni Pondok Pesantren Wali Songo (KBAPWS). Sebagai wadah alumni dengan cabang-cabangnya di dalam dan di luar negeri. Bertanggung jawab dalam bidang pembinaan alumni dan simpatisan Pondok Pesantren Wali Songo Ngabar.

Kegiatan-Kegiatan Ekstrakurikuler di Pondok Pesantren Wali Songo


Kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler di Pondok Pesantren Wali Songo terangkum dalam Organisasi Santri Wali Songo (OSWAS) yang dipegang penuh oleh santri. Kegiatan-kegiatan tersebut di antaranya:

    • Denada bergerak di bidang tari dan gambar
    • Jami’atul Quro’ membentuk qori’ dan qori’ah yang berkualitas
    • Muhadhoroh mencetak da’i/da’iyah, orator, moderator dan sebagainya
    • Menjahit bergerak di bidang jahit menjahit
    • Gressi bergerak di bidang seni kaligrafi
    • DKK pasukan Khusus Pramuka Unggulan
    • PMR bergerak di bidang kesehatan
    • Qosidah Munawarah bergerak di bidang seni suara
    • AMSA bergerak di bidang olahraga
    • Pramuka
    • Teather Citra bergerak di bidang seni peran
    • Kulintang Al Hilal seni tradisional
    • Drum Band
    • Kops Wijaya pasukan pengibar bendera
    • Syuhada grup nasyid
    • Shimpowi bergerak di bidang kesehatan dan keindahan lingkungan
    • ASWS (Association Soccer of Wali Songo) tim sepak bola wali songo
    • Painting bergerak di bidang seni lukis
    • Jurnalis bergerak di bidang jurnalistik
    • Modern Band bergerak di bidang seni musik

Alumni Pondok Pesantren Wali Songo


Selama setengah abad ini, Pondok Pesantren Wali Songo Ngabar terlihat secara aktif memberikan warna dalam proses dan dinamika pembangunan masyarakat Indonesia. Tidak kurang dari 7.000 alumni telah didedikasikan pesantren ini kepada masyarakat luas, yang datang dan tersebar di seluruh pelosok nusantara dengan segenap profesi dan bidang garapan. Di antara mereka ada yang berprofesi sebagai guru, dosen, wartawan, praksi hukum, entrepreneur, dan politisi. Berikut ini adalah beberapa alumni Pondok Pesantren Wali Songo:

    • Hidayat Nur Wahid, Mantan Ketua MPR RI
    • Abdurrahman Mohammad Fachir, Duta besar Republik Indonesia di Republik Arab Mesir

Organisasi yang mewadahi alumni dan keluarga besar Pondok Pesantren Wali Songo adalah:

    • KBAPWS (Keluarga Besar Alumni Pondok Pesantren Wali Songo)
    • IKAPWS (Ikatan Keluarga Alumni Pondok Pesantren Wali Songo)

Itulah sekilas tentang Pondok Pesantren Wali Songo Ngabar. Pada hari ini Pondok Ngabar memperingati miladnya yang ke-51. Selamat ulang tahun yang ke-51 dan “Semoga Pondok Sejahtera”.

Sumber: Wikipedia.bahasa Indonesia

Galeri PPWS:


Citra satelit PPWS:


 

Tulisan Terbaru