Pacaran Tidak Dibenarkan dan Tidak Diperlukan (4-Habis)

Kamis, 08 Mei 2014

Tips Memilih Calon Pasangan Hidup tanpa PACARAN

Kiat efektif memilih atau mengenal calon tanpa pacaran ada beberapa tahap:

Tahap 1 --> Observasi melalui orang yang dianggap paling dekat dengan calon tersebut yang dipercaya (sehingga informasi yang didapat insya Alloh cukup objektif)

Dari sini, bisa dikenali sifat yang tidak nampak dalam sekejap (sifat-sifat yang penting untuk keberlangsungan rumah tangga kelak).

عَنِ الْمَرْءِ لَاتَسْأَلْ وَسَلْ عَنْ قَرِيْنِهِ ۞ فَإِنَّ الْقَرِيْنَ بِالْمُقَارِنِ يَقْتَدِيْ

Jika engkau ingin bertanya tentang seseorang, tanyalah pada orang yang terdekat dengannya (sahabat), karena orang yang saling bersahabat saling mempengaruhi” (Kitab Alala, bait ke-3)

Pacaran Tidak Dibenarkan dan Tidak Diperlukan (3)

Perilaku dalam PACARAN

Menurut Imran (2000), ada beberapa bentuk perilaku dalam berpacaran adalah berbincang-bincang, berciuman, meraba, berpelukan, mast*rbasi, or*l, p**ting, dan int*rcourse. Penelitian yang dilakukan oleh Yarmato (2004) menyimpulkan bahwa sebanyak 45,9% (367 responden) memandang berpelukan dengan lawan jenis adalah hal wajar, 47,3% (378 responden) membolehkan cium pipi, 22% (176 responden) tidak menabukan cium bibir, 11% (88 responden) oke saja dengan n*cking alias cium leher atau cupang, 4,5% (36 responden) tak mengharamkan kegiatan meraba-raba, 2,8% (22 responden) menganggap wajar melakukan p**ting, dan 1,3% (10 responden) tak melarang s*nggama di luar nikah.

Pacaran Tidak Dibenarkan dan Tidak Diperlukan (2)

Definisi PACARAN

Duvall (1985) dalam Anonim (2012) secara singkat menuturkan bahwa pacaran adalah hubungan antara pria dan wanita yang diwarnai keintiman. Sedangkan, menurut DeGenova (2005) dalam Anonim (2012), pacaran adalah menjalankan suatu hubungan dimana dua orang bertemu dan melakukan serangkaian aktivitas bersama agar dapat saling mengenal satu sama lain. Dan, masih banyak lagi pakar-pakar yang memberikan pengertian mengenai pacaran.

 

Tulisan Terbaru